Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BGR Logistics mengembangkan aplikasi pemantauan pergerakan produk logistik

SaSalah satu industri yang paling diuntungkan dari lonjakan tren e-commerce adalah logistik. Bisnis online perlu menggunakan layanan logistik untuk mengirim ke lokasi konsumen. Sebagai perusahaan di bidang ini, BGR Logistics juga mengembangkan aplikasi yang lebih efektif dan efisien.

BGR Logistics saat ini sedang membangun Aplikasi Warehouse Integration (WINA) dan Aplikasi Fleet Integration Order Monitoring (FIONA). Aplikasi memantau pergerakan barang milik prinsipal atau pelanggan dan dipantau oleh kantor pusat melalui pusat komando milik BGR Logistics.

Aplikasi logistik WINA dan FIONA juga dapat diintegrasikan dengan aplikasi Pelindo II untuk mendukung sistem logistik BUMN secara nasional. Anda dapat memantau pergerakan barang dari kedatangan di pelabuhan hingga pengiriman ke gudang dan pelanggan. pengguna. Setelah itu, prinsipal hanya berkonsentrasi pada pengembangan bisnis masing-masing.

Menurut M. Kuncoro Wibowo, Presiden Direktur BGR Logistics, perusahaan logistik harus bertransformasi menuju era industri 4.0.Oleh karena itu, dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, atau Utama Mereka yang membutuhkan informasi yang cepat dan akurat untuk memantau pergerakan barang.
Baca juga: Wow! Alibaba Siap Habiskan Rp200 Triliun untuk Smart Logistics

Kuliah Logistik BGR Komoditi Data Gudang Nasional

BGR Logistics juga telah mengumumkan rencana untuk menawarkan Komoditas Data Gudang Nasional. Ide ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, tidak terbatas pada industri pergudangan. Konsep ini diharapkan dapat membantu pemerintah mendapatkan data produk strategis yang akurat dan dapat diandalkan.

“Komoditi Data Gudang Nasional menawarkan banyak manfaat kepada pemerintah dan pengguna jasa dengan mengeluarkan kebijakan berdasarkan data yang dikeluarkan oleh sistem. Aplikasi yang kami bangun memenuhi kebutuhan logistik pelanggan kami. Kami siap berkembang menjadi Komoditas Data Gudang Nasional,” ujar M. Kuncoro Wibowo pada acara iCIO Exchange 2021 bertajuk Digital Logistics Company di Training Center.

Wacana Logistik BGR Tentang Produk Gudang Nasional
Wacana Logistik BGR Tentang Produk Gudang Nasional

Pada kesempatan yang sama, Rico Usthavia Frans, ketua komunitas iCIO, mengatakan ICT dapat menekan biaya logistik di Indonesia. Pemanfaatan TIK dapat dilakukan tidak hanya di bidang logistik tetapi juga di seluruh rantai pasok.

“Komitmen BGR Logistics untuk bertransformasi menjadi perusahaan logistik berbasis digital menjadi tolak ukur pemanfaatan ICT. Transformasi digital di berbagai bidang bersifat nasional dalam rangka menjaga dan meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia di era digital. tantangan,” kata Rico.

Sebagai informasi, bIndonesia menempati peringkat ke-46 pada tahun 2021, berdasarkan data penilaian dua tahunan Logistics Performance Index (LPI). Peringkat ini naik dari peringkat ke-63 pada tahun 2021. Saat ini, kinerja logistik Indonesia masih kalah dengan Singapura, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Peringkat masing-masing negara adalah 7, 32, 39 dan 41. Namun, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan tidak dapat dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Evaluasi dilakukan terhadap 6 indikator. Keenam indikator tersebut adalah efisiensi proses LPI di bea cukai, kualitas infrastruktur, biaya transportasi yang kompetitif, kemampuan dan kualitas layanan logistik, kemampuan track and track, dan waktu tempuh.

Posting Komentar untuk "BGR Logistics mengembangkan aplikasi pemantauan pergerakan produk logistik"